Breaking News

Wisata

Budaya

Kuliner

Kerajaan

kota

Suku

Mengenai Penyakit Bersilat Kata dan Mengenai Cinta Uang


Pernahkah anda menemui orang yang kerjanya hanya suka mencari pertengkaran, bersilat lidah, mencari masalah dengan orang lain? ia terlihat seperti paling tau dalam segala hal, padahal firman telah mengatakan bahwa orang yang seperti ini sebetulnya ia tidak tau apa - apa, hanya berlagak tau....(1 Tim 6:4)...

Nasihat kepada kita semua agar kita tidak lagi menjadi orang yang suka bersilat lidah, dan mencintai uang...karena apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan kepada kita semuanya sudah jelas sekali bahwa Tuhan tidak menghendaki uang menjadi mamoon bagi hidup kita.....

Dasar Firman:

Matius 6:24

6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon

1 Timotius 6

6:2 Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih. (6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini.

6:3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat--yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,

6:4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,

6:5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.

6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

6:13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:

6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,

6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi

6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,

6:21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!

Orang percaya dapat diganggu/dicobai namun tidak dapat dirasuki roh jahat, dan iblis!

Apakah anda orang yang percaya dan mau menerima Tuhan Yesus sebagai penebus dosa-dosa anda? Jika anda menjawab ya, maka roh Tuhan/roh kudus akan tinggal di dalam hati anda. Andapun akan menerima kuasa daripada roh kudus untuk dapat bertahan di dunia yang fana ini hingga kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.

Jika anda tidak memiliki roh kudus, maka bisa saya pastikan, anda tidak akan mampu bertahan menghadapi dunia yang semakin jahat ini sehingga keselamatan pun tidak menjadi milik anda!

Orang percaya punya kuasa dari Tuhan Yesus untuk menang dari dosa, sehingga kuasa ini dapat melindungi anda, bahkan terlebih anda dapat mengusir roh jahat/iblis yang merasuki seseorang yang belum percaya....

Mrk 16:17
Tanda-tanda b  ini akan menyertai 1  orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan c  demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru d  bagi mereka,

Namun seringkali kita orang percaya tidak mau mengaktifkan/menggunakan kuasa yang telah diberikan Tuhan kepada orang percaya.

Setiap orang percaya DAPAT diganggu/dicobai, namun TIDAK DAPAT dirasuki oleh roh jahat, iblis/setan, sehingga anda tidak perlu kawatir, karena seperti Tuhan Yesus pun dicobai oleh iblis di padang gurun sebanyak 3x, apalagi anda dan saya yang percaya kepadaNya, kita pun harus memikul hal yang sama. Seperti Tuhan Yesus di pernah berkali - kali mengusir roh jahat, setan dari orang yang kerasukan setan, maka anda dan saya pun dengan kuasaNya mampu mengusir roh jahat dan iblis dari orang yang kerasukan. Jadi usirlah roh jahat/iblis/setan itu yang selalu berusaha mengganggu atau mencobai dengan keras dan tegas!

Hiduplah dalam roh, percayalah kepada Tuhan Yesus, bersekutulah denganNya, saling menguatkan dalam persekutuan orang percaya dengan demikian roh jahat, setan, iblis pun tidak memperoleh celah untuk mengganggu/mencobai kita, karena kekuatan datang dari persekutuan bukan karena perpecahan.

Jangan takut, Iblis tidak berkuasa atas diri orang percaya, melainkan diri orang percaya berkuasa atas roh jahat, iblis, dan setan-setan di dalam Nama Tuhan Yesus.....

Cara Berdoa dan Mendengarkan Suara Tuhan

Terjadi di setiap kita manusia, sering mengalami sulit sekali untuk berdoa, sepertinya walaupun bisa doa ini sepertinya tidak mengena dan tidak didengarkan oleh Tuhan. Mengapa demikian?

Jadi bagaimana kita dapat berdoa kepada Tuhan?

Doa adalah cara kita manusia berkomunikasi kepada Tuhan, sebelum kita berdoa, hal pertama yang harus diketahui adalah bahwa doa yang kita panjatkan harus secara intim dan pribadi kepada Tuhan dalam Roh, bukan untuk didengarkan oleh orang lain, doa dipanjatkan seperti layaknya kita berkomunikasi dua arah, ada yang mengucapkan nya dan ada yang mendengarkannya. Berusahalah agar dapat mendengarkan suara Tuhan daripada suara sendiri (Saat Teduh/Diam - Kita diam dan hanya mendengarkan, berikan kesempatan kepada Tuhan yang berbicara melalui hati kita).

Ilustrasi: Bagaimana seorang ayah dapat menasihati anaknya, apabila anaknya berbicara terus dan tidak pernah memberikan kesempatan ayahnya berbicara nasihat, arahan, dsb? :) Renungkan ilustrasi ini.

Sesuai dengan pengalaman saya, inilah beberapa point yang seharusnya kita lakukan sebelum berdoa:
  • Sikap yang penuh dengan kerendahan hati
  • Mengakui dosa - dosa kita sebagai orang yang berdosa di mata Tuhan, dan kita membutuhkan urapan, jamahan, dan bimbingan Roh Kudus, walaupun kita telah percaya dan telah ditebus oleh Tuhan Yesus.
  • Mengasihi dan mengampuni setiap orang yang masih mengganjal hati kita. Pada saat hati kita belum mengampuni orang yang bersalah kepada kita, kita tidak mungkin dapat berdoa, dan doa kita tidak akan diterima oleh Tuhan (Terhalang).
  • Tuhan tidak perlu doa yang "WOW", Tuhan perlu doa yang tulus dengan penuh keseriusan, kehausan, dan kerendahan hati.
  • Roh kudus adalah pribadi yang dapat menuntun, membawa, membimbing kita dalam hal berdoa yang baik dan benar. Untuk itu sebelum berdoa haruslah memohon agar Roh Kudus dapat memimpin setiap doa kita sepenuhnya
  • Ambil moment dalam doa untuk mendengarkan...., mungkin Tuhan ingin berbicara kepada kita pada saat kita berdoa, dan kita tidak bisa mendengarkan suaraNya karena ego kita manusia yang umumnya hanya maunya didengarkan, sulit sekali untuk mau mendengarkan. 
Beberapa point ini adalah point yang saya berikan menurut dan sesuai dengan pengalaman pribadi saya dalam hal berdoa. Dan point ini tidak lengkap, karena kesempurnaan itu tidak ada pada diri kita manusia, kesempurnaan milik Tuhan, dan karena kita tidak sempurna maka kita perlu Tuhan untuk mengarahkan dan menyempurnakan kita terus setiap saat sampai dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya karena Tuhan selalu bekerja tepat pada waktunya. Di Dalam Nama Tuhan Yesus, Halleluya. Amin

Kesaksian Drs. A. Purnomo W.

Assalamu’alaikum Wrbkth.

Sebenarnya hanya sedikit sekali ayat-ayat Al Qur’an yang saya pahami sebelum bulan Mei 1993 walaupun saya telah menunaikan rukun Islam yang kelima, menunaikan ibadah Haji yang saya lakukan pada tahun 1983.  Ayat-ayat Al Qur’an yang saya hafal bacaannya diluar kepala walaupun tidak paham mengenai artinya ialah ayat-ayat Al Qur’an yang selalu diucapkan pada waktu sembahyang lima waktu yaitu surat 1 Al- Faatihah yang merupakan surat hafalan wajib dan surat-surat lainnya diantaranya surat 112 Al Ikhlaash, surat 113 Al Falaq, surat 114 An Naas dan surat 108 Al Kautsar.

Keinginan saya untuk mengetahui dan memahami lebih dalam lagi tentang isi buku Al Qur’an itu barulah timbul setelah Tuhan Yesus/Sayidina Rabboni Isa Al-Masih menjamah saya secara ajaib pada tanggal 6 Mei 1993 di Kupang.  Karena saya tidak menguasai bahasa Arab seperti halnya sebagian besar umat Islam di Indonesia, maka saya mempelajari buku Al Qur’an yang ada terjemahan bahasa Indonesianya yaitu buku Al Qur’an Terjemahan Indonesia P.T. Sari Agung.

Keinginan saya yang sangat mendesak untuk mempelajari isi buku Al Qur’an ini disebabkan karena saya harus mencari jawaban terhadap peristiwa yang saya baru alami di Kupang dimana saya telah dijamah Tuhan Yesus(yakni Sayidna Rabboni Isa Al-Masih) secara ajaib dan saya ingin menyakinnya bahawa memang Yesus/Sayidina Isa dan bukan setan atau thogut yang telah menjamah saya secara ajaib itu.

Setelah tiga minggu saya meniliti dan mempelajari buku Al Qur/an tersebut barulah saya memperoleh pengertian yang sebenarnya tentang siapa yang dimaksudkan dalam buku Al Qur’an sebagai Allah dan siapa saja yang akan menerima pahala dan yang akn diselamatkan yang akan masuk sorga.  Untuk selanjutnya perkenankanlah saya memberikan kesaksian saya bagaimana Sayidina Isa Al-Masih/Yesus telah menjamah saya.

A. JAMAHAN SAYIDINA ISA/YESUS YANG AJAIB.

Pada suatu hari saya harus mengantarkan seorang mitra usaha saya yang berkebangsaan Amerika, ke Kupang untuk bertemu dengan seorang yang di sekitar tahun 1973 pernah mati dan hidup kembali pada hari ke enam. Orang Amerika tersebut bernama Loduvicus Alexander suami dari kemenakan istri saya yang baru bertobat dan masuk sekolah Teologia Fuller di California, USA.  Dia mendapat tugas dari sekolahnya untuk membuat dokumentasi dari orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut dan saya bertindak sebagai penerjemahnya.  Pada tanggal 5 Mei 1993 kami berdua tiba di Kupang melalui Darwin, Australia.

Di Bandara, kami dijemput oleh Urias Bait, dosen Universitas Nusa Cendana Kupang dan seorang ibu bernama M.T. Nalle Octavianus seorang pengusaha kontraktor di Kupang yang selanjutnya mengantarkan kami ke Hotel Wisma Cendana Kupang.

Kami memberitahukan maksud kedatangan kami kepada mereka.  Untuk maksud ini maka M.T. Nalle berusaha mencari informasi mengenai hal ihwal orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut.  Setelah memperoleh informasi seperlunya, maka pada petang harinya M.T. Nalle disertai beberapa orang lainnya mengantarkan kami ke So’e untuk bertemu dengan salah seorang pendeta yang tertua di pulau Timor bagian barat (NTT) yang bernama pendeta Manuian yang diharapkan mengetahui hal ihwal orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut.  Oleh pendeta Manuian disarankan agar kami kembali ke Kupang karena orang yang pernah mati tersebut adalah seorang perempuan yang bernama Silva Obed dan suaminya bernama Lazarus tinggal di kampung Amfoang yang hanya bisa dihubungi melalui jalan laut yaitu naik motor boat atau perahu layar dari Kupang.  Jika naik motor boat minimal 2 jam lamanya diperjalanan.  Maka pada malam hari itu kami kembali ke Kupang.

Mengingat L. Alexander tidak sanggup melakukan perjalanan melalui laut dengan motor boat atau perahu layar karena sering mabuk laut dan muntah-muntah maka kami merencanakan untuk mencari seorang yang mengetahui alamat Silva Obed agar menjemput Silva Obed dari kampung Amfoang dengan motor boat yang akan kami charter atau sewa.  Esok harinya tanggal 6 Mei 1993, kami mendapatkan informasi dari  G.J. Koamesah-Rondo, sahabat dari Urias Bait bahawa Silva Obed beserta suaminya sering singgah dirumah adiknya yang bernama Richard Rondo, yaitu pada waktu-waktu Silva Obed melakukan perjalanan melayani Tuhan di Kupang.  Oleh sebab itu pada petang harinya rombongan kami datang mengunjungi rumah Richard Rondo di Bakunase yang terletak di pinggir kota Kupang dan kami diterima diruang depan yang telah dilapisi oleh tikar disamping adanya beberapa kursi.  Kepada Richard Rondo kami jelaskan maksud kedatangan kami dan memohon bantuannya agar dia dapart menjemput Silva Obed beserta suaminya dengan motor boat sewaan yang biaya perjalananya kami sediakan sejumlah Rp. 1,000,000 – (satu juta rupiah).

Richard Rondo merasa perlu untuk menceritakan peristiwa mujizat yang dialami oleh Silva Obed dan suaminya Lazarus pada sekitar tahun 1973.  Keluarga Lazarus adalah petani miskin yang hanya hidup dari bercocok tanam.  Pada suatu hari setelah mereka berdua selesai bekerja diladang dan hendak berangkat pulang ke rumahnya Silva Obed mendengar suara Tuhan yang bepesan bahwa ia akan mati pada keesokan harinya tetapi akan dipakai Tuhan untuk melayani orang-orang disekitarnya untuk memberitakan khabar keselamatan dan agar orang-orang tersebut bertobat karena sebagian besar dari mereka belum mengenal Tuhan.  Oleh sebab itu jika Silva Obed mati maka ia tidak boleh dikuburkan dan merupakan tugas suaminya untuk  hanya membaringkannya di bale-bale dan dijaga selama lima hari dengan berdoa terus-menerus.  Ternyata Silva Obed benar-benar meninggal dunia pada keesokan harinya dan Lazarus segera melaporkan ke RT/RW mengenai suara yang hanya didengar oleh isterinya dan yang berpesan kepadanya untuk tidak dikuburkan bila ia mati karena ia akan dibangkitkan kembali pada hari ke enam.

Tentu saja peristiwa ini menggemparkan masyarakat Amfoang terlebih lagi setelah tiga hari dibaringkan di bale-bale dan suaminya terus-menerus berdoa disampingnya, tubuh Silva Obed mengeluarkan cairan yang sangat busuk baunya sehingga lurah memerintahkan kepada Lazarus untuk segera menguburkan Silva Obed istrinya itu agar tidak terjadi kehebohan di kampung Amfoang.

Walaupun lurah dan camat mendesak agar Silva Obed segera dikuburkan tetapi suaminya Lazarus tetap tidak mau melaksanakannya karena dia sudah berjanji kepada isterinya untuk melaksanakan pesan Tuhan sampai Silva Obed dibangkitkan pada hari ke enam.  Akhirnya lurah dan camat dapat memahami sikap Lazarus, tetapi tetap memperingatkannya, kalau pada hari ke enam Silva Obed tidak hidup kembali harus dikuburkan.  Ternyata pada hari ke empat cairan yang keluar dari tubuhnya mulai berhenti dan bau busuknya mulai berkurang dan pada hari ke lima keadaan tubuhnya sudah tidak basah lagi dan tidak lagi mengeluarkan bau busuk.  Pada hari ke enam di pagi sekitar jam 04.00 waktu setempat terjadilah keajaiban dan mujizat yang menakjubkan Silva Obed bangkit dan hidup kembali sedangkan suaminya masih tertidur disamping bale-bale, yang menunggu dengan setia.

Akhirnya masyarakat turut kagum dan mengucap syukur atas peristiwa yang sungguh ajaib itu.

Sejak itu Silva Obed, walaupun buta huruf dapat memberitakan firman Tuhan sesuai Alkitab dalam bahasa asli daerah Timor dan melayani Tuhan, disertai suaminya menuiarkan bertia keselamatan bagi penduduk sekitarnya sampai ke Kupang.

Kemudian lima tahun yang lalu, sekitar tahun 1988 Silva Obed beserta suaminya untuk pertama kalinya singgah di rumah Richard Rondo dan pada saat itulah putri dari Richard Rondo yang bernama Gloria Pricila menerima anugerah berupa karunia penglihatan, karunia pendengaran dan bahkan dapat memahami keseluruhan isi AlKitab walaupun anak perempuan tersebut baru berusia 11 tahun.  Demikianlah cerita singkat yang disampaikan oleh Richard Rondo kepada kami tentang Silva Obed dan suaminya Lazarus dan anugerah karunia yang diterima putrinya Gloria Pricila.

Setelah itu Richard Rondo beserta seluruh keluarganya termasuk Gloria Pricila memohon diri kepada kami untuk melakukan doa di ruang dalam.  Suara nyanyian pujian terdengar dari ruang dalam sampai ruang depan dimana kami berada.  Dan untuk pertama kalinya saya baru mengetahui bahwa sebelum orang Kristen berdoa, mereka mengangkat lagu pujian terlebih dahulu.  Setelah selesai berdoa Richard Rondo keluar dari ruang dalam diikuti seluruh keluarganya sambil berseru bahwa Roh Kudus akan mengarahkan Silva Obed dan suaminya berangkat dari Amfoang ke Kupang keesokan harinya.  Tentu saja berita ini merupakan berita yang aneh bagi saya, lalu segera saya tanyakan kepada Richard Rondo apa yang dimaksudkannya dengan Roh Kudus yang akan mengarahkan mereka dari Amfoang ke Kupang dan siapa Roh Kudus itu?  Kemudian Richard Rondo

sekali lagi menjelaskan kepada saya bahwa melalui berita Tuhan yang diterima Gloria Pricila maka Roh Allah akan menggerakkan mereka untuk datang ke Kupang dan dijelaskan juga bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri.

Setelah dengar terheran-heran saya mendengarkan penjelasan Richard Rondo maka saya terjemahkan berita itu kepada L. Alexander dan diapun tertawa sambil berkata bahwa hal ini adalah peristiwa yang luar biasa karena walaupun tidak ada hubungan telepon tetapi berita yang begitu cepat telah dapat disampaikan melalui Roh Kudus.

Kemudian Richard Rondo memohon lagi untuk berdoa mengucap syukur karena Roh Kudus telah campur tangan menuntun Silva Obed dan suaminya untuk datang ke Kupang.  Tetapi kali ini acara doa tidak dilakukan diruang dalam melainkan tetap dilakukan diruang depan, dimana kami semua berada.  Karena mereka semua akan berdoa, sedangkan saya bukan orang Kristen maka saya bersiap-siap untuk keluar ruangan dan pandangan mata saya menuju ke luar yang ternyata hari sudah malam dan gelap.  Pada waktu saya ragu-ragu untuk keluar karena di luar sangat gelap maka Richard Rondo menawarkan kepada saya untuk tinggal saja di ruangan itu dan duduk di ujung ruangan yang ada kursinnnya.  Sayapun langsung duduk di kursi yang ada di sudut dan mengamati dengan tenang apa yang akan mereka lakukan dalam doa tersebut.  Setelah itu Richard Rondo memulai memimpin doa syukur dengan terlebih dahulu mengangkat lagu-lagu pujian dan penyembahan.  Baru saja Richard Rondo memulai dengan doanya maka sekonyong-konyong Gloria Pricila yang mempunyai karunia penglihatan dan pendengaran mengucapkan dengan lantang sambil memejamkan matanya dengan kepala tertunduk kebawah banyak malaikat turun ke ruangan itu bahkan ruangan itu hampir penuh dengan malaikat.  Dengan adanya berita mengenai turunnya malaikat maka seluruh hadirin yang ada di situ menundukkan kepalanya dan satu orangpun tidak ada yang berbicara kecuali Gloria Pricila yang terus menyebutkan tentang kehadiran para malaikat.

Selanjutnya Gloria Pricila memberitahukan bahwa Yesus/Sayidina Isa telah datang dan berada di tengah-tengah mereka, kemudian seluruh hadiran secara serempak sujud dengan mukanya dirapatkan ke lantai tikar.  Saya yang sejak tadi mengamati dan ikut mendengar semua ucapan Gloria Pricila sebenarnya takjub melihat semua yang terjadi dan saya terus melihat ke atas dan ke sekeliling ruangan dengan harapan saya dapat melihat Yesus dan para malaikatNya, tetapi saya tidak melihat apa-apa kecuali yang saya lihat hanyalah seluruh hadirin sujud dengan muka merapat ke lantai dan Gloria Pricila yang duduk dengan menundukkan kepalanya dan terus mengucapkan tentang kehaidran Yesus.  Sementara itu Yesus menghampiri L. Alexander dan memberkatinya karena dia akan membuat dan menyusun dokumentasi mengenai kuasa Tuhan yang hidup yang dinyatakan melalui peristiwa ajaib yang dialami oleh Silva Obed agar orang-orang di Amerika tahu bahwa Tuhan menyatakan kuasaNya sampai sekarang.

Setelah Yesus/Isa A.M. memberkati L. Alexander maka Yesus berjalan ke tengah-tengah ruangan kemudian melihat saya yang sedang duduk di sudut ruangan.  Saya terkejut ketika Gloria Pricila menyebut nama saya, maka saya terus mengamati Glori Pricila yang tetap menundukkan kepalanya ke bawah dengan mengucapkan apa yang dilakukan oleh Yesus/Sayidina Isa a.s.  Sambil memandang saya Yesus/Isa datang menghampiri saya dan berdiri di hadapan saya sedangkan saya tetap mengamati Gloria Pricila sambil sekali-sekali melihat ke sekeliling saya dengan harapan saya dapat melihat Baginda.  Tetapi ternyata saya tetap tidak melihat apa-apa.  Setelah Yesus/Sayidina Isa berdiri di hadapan saya maka Yesus/Sayidina Isa membuka telapak tangan kanan yang menunjukkan angka sepuluh, kemudian membuka telapak tangan kiri yang menunjukkan huruf tanda tanya yang besar.  Sejenak Yesus/Isa A.M. memperhatikan telapak tangan kiri tersebut, kemudian Yesus menutup kembali telapak tangan kanan yang di susul dengan menutup telapak tangan kiri.  Segera setelah telapak tangan kiri ditutup maka terasa ada benda yang jatuh di atas kepala saya sehingga saya berusaha menoleh ke  atas untuk mengetahui apa gerangan yang terjatuh di atas kepala saya, tetapi ternyata saya tidak bisa menggerakkan kepala saya bahkan tangan saya yang ingin meraba kepala saya pun seolah-olah terikat tidak bisa bergerak.  Kemudian benda yang terjatuh di atas kepala saya tersebut lambat laun terasa  merupakan pegangan tangan yang mencengkeram kepala saya yang pegangannya makin lama makin keras sehingga mulai terasa sakit dan seolah-olah kuku jarinya di tekankan di kepala  saya.  Di saat itu saya mulai takut karena saya telah merasakan ada sentuhan dan pegangan yang dengan kuatnya mencengkeram kepala saya tetapi wujud tubuhnya sama sekali tidak kelihatan.  Sementara itu Gloria Pricila tetap menyebutkan bahwa Yesus berdiri di hadapan saya.  Saya mulai berfikir apa gerangan kehendak Yesus/Isa untuk menyakiti kepala saya.  Kemudian terlintas di pikiran saya yaitu jika yang mencengkeram kepala saya hingga terasa sakit sekali ialah Yesus maka saya akan berserah diri kepada Yesus.  Oleh sebab itu saya berbisik di dalam hati saya demikian: “Jika memang Engkau Yesus atau Sayidina Isa yang berdiri di hadapanku dan mencengkeram kepalaku hingga terasa sakit sekali ini maka aku akan menyerahkan diriku kepadaMu.”  Segera setelah bisikan saya selesai saya ucapkan, maka saya merasakan bahwa cengkeraman tangan Yesus/Isa Al-Masih dilepaskan dan beban sakit pun hilang hingga perasaan lega pun timbul.  Tetapi ternyata Yesus masih berdiri di hadapan saya dan sekali lagi membuka telapak tangan kanan yang menunjukkan angka sepuluh dan menyusul membuka lagi telapak tangan kiri yang tadinya menunjukkan huruf tanda tanya besar tetapi sekarang juga menunjukkan angka sepuluh, kemudian Yesus menumpangkan tanganNya ke atas kepala saya dan saya diberkati.  Setelah itu, Yesus pergi dari ruangan itu di ikuti oleh seluruh malaikat.

Sementara itu saya menjadi gelisah karena memikirkan pernyataan saya yang berserah diri pada Yesus.  Mengapa harus saya nyatakan demikian, padahal saya bukan orang Kristen, selain itu sayapun merasa telah mengkhianati agama saya sehingga keadaan saya pada saat itu disamping merasa lega karena dibebaskan dari cengkeraman tangan yang menyakitkan sekaligus berada dalam pikiran yang kacau balau.

Setelah seluruh malaikat meninggalkan ruangan itu maka para hadirin tidak lagi sujud tetapi kembali duduk seperti semula dan semua pandangan mata mereka tertuju pada saya, sedangkan Richard Rondo langsung bertanya kepada saya mengapa huruf tanda tanya yang besar di telapak tangan kiri berubah menjadi angka sepuluh.  Pada saat itu saya sebenarnya berada dalam keadaan yang tertekan karena mempunyai perasaan bersalah sebagai telah mengkhianati agama saya(Islam).  Saya pun langsung menanyakan kepada Richard Rondo tentang arti angka sepuluh yang dijawabnya bahwa angka sepuluh adalah angka yang tertinggi bagi orang Kristen.  Kemudian saya pun menceritakan apa yang terjadi terhadap diri saya pada waktu Gloria Pricila menyebutkan bahwa Yesus/Isa A.M. menutupkan telapak tangan kiri.  Dia tetap berdiri di hadapan saya, dan pada waktu itu terasa ada yang mencengkeram kepala saya sampai terasa sakit sekali yang baru dilepaskan dari cengkeraman tangan tersebut setelah saya mengucapkan dalam hati saya bahwa saya menyerahkan diri saya pada Yesus/Sayidina Isa.  Dan dengan keterangan saya tersebut Richard Rondo berseru: “HALELUYA, Pak Purnama telah menerima Yesus.”

Langsung saya menjawab bahwa saya tidak menerima Yesus karena saya sendiri tidak begitu menyadari mengapa keluar dari hati sanubari saya ucapan bahwa saya berserah diri kepada Yesus/Isa A.M. dan ternyata pernyataan tersebut telah membebaskan saya dari cengkeramanNya yang dahsyat.  Dalam keadaan perasaan yang gelisah saya minta agar kami segera pulang ke hotel karena saya merasa letih dan perlu istirahat.

Keesokan harinya sekitar jam empat pagi waktu setempat saya telah bangun dan bermaksud melakukan sembahyang subuh.  Tetapi pada saat itu terlintas dalam ingatan saya peristiwa yang terjadi terhadap diri saya kemarin malam tentang bagaimana dahsyatnya tangan Yesus/Isa mencengkeram kepala saya dan masih terngiang-ngiang ucapan Richard Rondo bahwa saya telah menerima Yesus.  Oleh sebab itu timbul perasaan takut kalau-kalau Yesus/Isa datang lagi sedangkan saya hanya seorang diri berada di kamar hotel.  Setelah berfikir sejenak maka saya tetap berniat untuk melakukan sembahyang subuh dan langsung mencari sajadah saya (Tikar sembahyang dari bahan permadani) yang seingat saya, saya letakkan di atas kursi hotel.  Tetapi sajadah tersebut setelah saya cari di kursi, kemudian dalam kopor dan dalam lemari pakaian ternyata tidak saya ketemukan.  Menurut hemat saya tidak mungkin sajadah itu hilang begitu saja, tentunya ada orang yang menyembunyikannya.  Pikiran saya segera tertuju kepada L. Alexander bahwa dialah yang menyembunyikan sajadah saya tersebut karena dia pernah mengatakan mengapa saya harus mencari arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang.  Hal ini dikatakan pada waktu di Darwin ketika dia masuk ke kamar saya di hotel sewaktu saya sedang mencari arah kiblat dengan mempergunakan kompas.  Dia juga mengatakan bahwa jika orang Kristen melakukan sembahyang atau berdoa mereka bebas menghadap kemana saja tidak terikat oleh suatu arah, oleh sebab itu dia merasa sedih melihat saya karena harus bersusah payah menentukan arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang.  Perkataan L. Alexander tersebut sangat menyinggung perasaan saya dan langsung saya katakan kepadanya agar jangan sekali-kali menyinggung agama saya dan jika dia sekali lagi mengatakan hal yang demikian maka saya akan pulang ke Jakarta dan dia saya persilahkan mencari penerjemah lainnya.

Karena pengalaman itu saya telah mencurigai L. Alexander, maka saya segera keluar dari kamar saya dan menuju kamar L. Alexander yang letaknya tidak jauh dari kamar saya dan langsung mengetuk-ngetuk pintunya.  Sambil terkejut dia terbangun dan bertanya “Mengapa membangunkan saya sepagi itu?”  Kemudian saya bertanya apakah dia yang menyembunyikan sajadah saya dan dia menjawab bahwa sejak saya pernah marah karena pembicaraan arah kiblat, maka sejak itu dia tidak pernah lagi masuk ke kamar saya maupun mengambil sesuatu termasuk sajadah saya.

Oleh sebab itu sayapun segera melaporkan kepada reseptionist hotel dan mengajukan keluhan bahwa barang saya dikamar ada yang hilang.  Kemudian reseptionist menanyakan kepada saya “..barang apakah yang hilang dari kamar anda?”  Saya jawab bahwa sajadah saya hilang dari kamar.  Lalu sambil menertawakan saya, reseptionist itu berkata bahwa dihotel ini tidak pernah terjadi peristiwa kehilangan uang ataupun barang lainnya dari kamar tamu apalagi sajadah yang tidak ada nilainya.  Mendengar bahwa sajadah saya tidak ada nilainya, maka saya pun tersinggung lalu marah dan membentak reseptionist tersebut sambil berkata bahwa sajadah tersebut sangat tinggi nilainya karena dipergunakan untuk sembahyang.  Melihat keadaan saya yang marah itu maka reseptionist tersebut segera meminta maaf dan berjanji akan mencarinya dengan jalan menanyakan seluruh karyawan yang bekerja di hotel tersebut.  Dan ternyata setelah staf hotel mencarinya maka tidak seorangpun yang mengambil dan melihat sajadah saya.

Kemudian pada siang harinya kami datang kerumah Richard Rondo untuk menanyakan berita selanjutnya mengenai Silva Obed dan suaminya.  Richard Rondo mengatakan bahwa telah diterima berita melalui Gloria Pricila bahwa pagi sewaktu Silva Obed dan suaminya bersiap-siap untuk berangkat dari kampung Amfoang ke Kupang mereka telah di tahan oleh keluarga yang anaknya sedang menderita sakit jiwa dan meminta agar Silva Obed menyembuhkan anaknya yang sedang sakit jiwa tersebut supaya dapat kembali waras.  Oleh sebab itu kedatangan Silva Obed ke Kupang mengalami penundaan dan baru diharapkan sampai ke Kupang setelah beberapa hari kemudian.

Ketika saya memberitahukan kepada Richard Rondo bahwa saya telah kehilangan sajadah pada pagi ini, dia pun memberi komentar bahwa karena saya sudah menerima Yesus/Isa A.M. maka saya tidak perlu lagi sembahyang di atas sajadah tersebut oleh sebab itu saya pun tidak perlu memiliki sajadah.  Justru komentar itu yang membuat saya gelisah dan keinginan yang begitu mendesak untuk mengetahui siapa Yesus/Sayidina Isa A.M.itu sebenarnya yang telah mencengkeram kepala saya dengan dahsyat.

Karena tertundanya kedatangan Silva Obed beserta suaminya ke Kupang, maka saya putuskan untuk segera pulang ke Jakarta dan memberitahukan L. Alexander agar tinggal saja di Kupang menunggu sampai tibanya Silva Obed dan suaminya sedangkan penerjemah sebagai ganti saya dapat dilakukan oleh Urias Bait Dosen dari Universitas Nusa Cendana Kupang yang telah bersedia bertindak sebagai penerjemah.  Tetapi karena perasaan solider terhadap saya maka kami sama-sama pulang ke Jakarta, tetapi kemudian L. Alexander pergi lagi ke Kupang setelah Silva Obed dan suaminya tiba di Kupang.

Segera setelah saya berada kembali di Jakarta, saya mulai mencari informasi untuk mengungkapkan siapa sebenarnya Yesus/Isa Al-Masih itu.  Kepada teman-teman saya, saya ceritakan peristiwa terhadap diri saya di Kupang dan pada umumnya mereka mengatakan bahwa saya telah dijamah oleh setan-iblis bahkan ada yang menertawakan saya karena menurut kata mereka Yesus/Sayidina Isa A.M. adalah nabi Isa AS yang sudah lama meninggalkan Dunia.

Akhirnya saya memutuskan untuk menelitinya dari buku Al Quran dengan pemikiran bahwa jika di dalam buku Al Quran tidak dapat diungkapkan siapa sebenarnya Isa Al-Masih/Yesus itu maka yang menjamah saya memang setan-iblis tetapi, jika dari kitab Al Quran dapat diungkapkan siapakah Yesus/Sayidina Isa A.M. itu maka saya percaya dan yakin bahwa yang menjamah saya di Kupang pada waktu itu adalah benar-benar Yesus/Isa Al-Masih dan saya akan konsekwen berserah diri kepadaNya.

B. AYAT-AYAT AL QUR’AN YANG MENYELAMATKAN

Mulai dari tanggal 12 Mei 1993 saya mulai dengan intensif mempelajari buku Al Qur’an terjemahan Indonesia, terbitan PT. Sari Agung, tertanggal 2 Oktober 1991.  Saya mempelajari Al Qur’an dengan ada terjemahan bahasa Indonesianya karena saya sendiri tidak menguasai bahasa Arab.  Setelah lebih seminggu saya pelajari dengan intensif amak saya menemukan ayat Al Qur’an yang menyatakan bahwa Isa Putra Maryam diberkati dengan pelbagai mujizat.  Oleh sebab itu, Dia dapat menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra dan menghidupkan orang yang sudah mati.

Pada saat itu pula saya merasa sakit kepala dimana rasa sakitnya hampir menyamai rasa sakit pada waktu kepala saya dicengkeram oleh tangan Yesus/Sayidina Isa Al-Masih di Kupang.  Maka saya segera berdoa dan memohon kepada Isa a.s. agar Dia menyembuhkan sakit kepala saya karena menurut saya Al Qur’an Dia dapat menyembuhkan penyakit yang lebih berat lagi yaitu lepra.  Tetapi doa saya tidak terkabul karena rasa sakitnya masih tetap saja.  Kemudian untuk kedua-kalinya saya berdoa dan rasa sakitnya tetap saja bahkan sakitnya lebih parah.  Akhirnya saya berpikir mungkin cara berdoa saya yang salah dan terlintas dalam ingatan saya bahwa pada waktu di Kupang orang-orang Kristen berdoa dengan menyebut nama Yesus yaitu nama Sayidina Rabboni Isa Almasih.  Oleh sebab itu untuk ketigakalinya saya berdoa tetapi sekarang dengan menyebut nama Yesus Kristus dan memohon kepadaNya untuk kesembuhan sakit kepala saya.  Segera setelah ucapan doa saya selesai, maka sakit kepala saya terasa diangkat perlahan-lahan sehingga sakitnya pun hilang sama sekali dan terasa seluruh tubuh dipulihkan kembali sehingga menjadi segar bugar.  Air mata saya berlinang karena saat itulah saya yakin bahwa nama Yesus itu adalah nama Dia yang hidup, yang telah mendengarkan doa saya.

Kemudian saya terus mempelajari ayat-ayat- Al Qur’an sampai saya menemukan ayat-ayat- Al Qur’an yang sangat menentukan bagi saya untuk menerima Yesus dan penelitian saya berakhir pada tanggal 28 Mei 1993 dengan diketemukannya ayat-ayat penting yang perlu saya ketahui antara lain ayat-ayat yang menyatakan:

Al Qur’an adalah bagian dari Alkitab (Az Zukruf ayat 4)

Al Qur’an membenarkan berlakunya Taurat dan Injil (surat-surat Al Baqarah, Aali Imraan, An Nisaa, dll)

Al Qur’an ditujukan untuk bangsa Arab yang berbahasa Arab (Fushshilat ayat 3)

Muhammad bukan penolong dan penyelamat melainkan seorang yang memberi peringatan (Az Zumar ayat 19. Al Baqaroh ayat 119)

Atas perintah/firman Allah, Isa Almasih putra Maryam adalah orang yang paling atas kedudukannya di dunia dan akhirat. (Aali Imraan ayat 45)

Umat Nasrani/Ahli Kitab yang beriman masuk syurga (Al Maidah ayat 65)


Kemudian setelah ditemukan ayat yang  sangat menetukan bagi saya yaitu:

Isa Almasih adalah petanda bagi kiamat, oleh sebab itu ikutlah dan taatlah kepada Isa Al-Masih karena inilah jalan yang lurus. (Az Zukhruf ayat 61 dan ayat 63),

maka saya ambil keputusan bahwa yang menjamah saya di Kupang dengan dahsyat adalah Yesus/Sayidina Isa Al-Masih  Oleh sebab itu saya konsekwen menerima Yesus dengan sukacita dan akhirnya telah dibaptis pada tanggal 30 Mei 1993.  Adapun mengenai pengungkapan yang lebih terperinci mengenai Al Qur’an, Allah, Muhammad, Isa Almasih dan para pengikutnya (Umat Nasrani) dapat dilihat daripada rencana-rencana dan makalah-makalah yang ditampil di dalam Laman Web ini.

Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

                                                                                                Jakarta, 30 Mei 1993

                                                                                                            Penyusun

                                                                                                     Drs. A. Purnama W.

Sumber http://www.answering-islam.org/Bahasa/index.html

Tuhan Memberitahu Saya Secara Pribadi - Kesaksian Bekas Imam Hamran Ambrie

Tuhan Memberitahu Saya Secara Pribadi -- Kesaksian Bekas Imam Hamran Ambrie

Pada waktu dahulu saya merupakan seorang yang amat aktif dalam Islam, juga merupakan salah seorang daripada Pengerakkan Muhammadiyah  dan seorang pengajar Islam. Pada tahun 1947, saya telah dipilih untuk menjadi pengurus Kongres Muslim Kalimantan di Amutai, bersama-sama dengan K.H Idham Chalid. Pada tahun 1950 -- 51 saya menjadi Imam Muslim bagi pasukan tentara di Banjarmasin, dengan kedudukan yang tinggi. Rencana saya telah diterbitkan dalam beberapa majalah Islam seperti Mingguan Adil di Solo, Mingguan Risalah Jihad di Jakarta dan Mingguan Anti Komunis di Bandung. Saya telah  bekerja sama dengan Gerakkan Anti Kristen dari tahun 1936 di Muara Teweh (Barito) dan sehingga tahun 1962 bersimpati dengan kumpulan yang merancang untuk membina undang-undang Islam di seluruh Indonesia, yang mana secara tidak lansung adalah bertentangan dengan pendirian Kristen.

Sebenarnya saya telah memiliki Kitab Suci Injil sendiri semenjak tahun 1936. Walau bagaimanapun, saya tidak membaca dan mencari kebenarannya, tetapi mencari perenggan yang boleh membantu saya untuk berdiri teguh sebagai seorang Muslim yang mempunyai sikap anti-Kristen, dan bersedia untuk menyerang keimanan orang Kristen secara lebih berkesan.
Saya juga mengutuk Isa Al Masih sampai  saya berumur 40 tahun, menolak terus yang mengatakan Dia adalah Tuhan. Saya sengaja menertawakan dan menolak kebenaran. Tetapi kasih Tuhan sungguh hebat, Dia berusaha, mencari dan menyelamatkan saya.
Dalam tahun 1961, semasa saya mencatat khotbah saya di masjid, saya melihat ayat dari surah Al Maidah 68, yang berbunyi:
“Katakanlah, wahai orang yang beriman! Kamu tidak mempunyai apa-apa kecuali kamu berpegang kepada Taurat dan Injil, dan semua ini akan membuka mata kamu kepada Tuhan kamu.”

Saya sudah membaca ayat ini beratus kali, tetapi akhirnya Tuhan telah berbisik kepada jiwa saya tentang ‘Taurat dan Injil’ yang mana tertulis di dalam Al-Quran adalah sama Taurat dan Injil yang terdapat di dalam Kitab Suci Injil sekarang. Saya selalu berpendapat bahawa Taurat dan Injil yang terdapat dalam Al-Quran telah lenyap, dan kandungan ini adalah ringkasan di dalam Al-Quran. Saya merasa yakin bahawa Taurat dan Injil, yang terdapat dalam Kitab Suci Injil sekarang adalah palsu, dan kandungan yang benar telah diselewengkan dan dilupakan serta ditambah-tambahkan oleh setengah pihak.

Bagaimanapun,  jiwa saya memberitahu saya bahwa Taurat/Injil yang ada di dalam Alkitab sekarang adalah benar. Fikiran saya tidak percaya apa yang dikatakan oleh hati saya: “Tidak! Taurat dan Injil yang ada di dalam Alkitab sekarang adalah palsu”. Fikiran saya bertentangan dengan jiwa saya dan perasaan saya, dan saya menjadi tidak pasti serta ragu-ragu terhadap apa yang betul sebenarnya.
Untuk membuat jiwa saya merasa aman, saya menyerahkan masalah saya ini dengan melakukan sembahyang tahjud,  yang mana sembahyang ini adalah untuk meminta pertolongan daripada Tuhan agar Dia memberi petunjuk yang pasti kepada kebenaran. Saya meminta Tuhan menolong saya untuk memilih yang mana satu daripada dua kepercayaan ini yang benar. Ini adalah doa saya:
“Oh Tuhan, Pencipta Surga dan bumi, Tuhan orang Islam, Kristen, Budha, Tuhan bulan dan bintang, lembah dan gunung;Tuhan semesta alam, tolong tunjukkan aku kebenaran tentang apa yang tertulis di dalam Al-Quran yang berkaitan dengan Taurat dan Injil. Adakah ini membawa makna bahwa Taurat dan Injil yang sebenarnya sudah lenyap yang terdapat ringkasan dalam Al-Quran? Jika ini adalah benar, aku merayu kepadaMu untuk kuatkan hatiku bahwa aku mungkin tidak  belajar Kitab Suci Injil. Tetapi jika “kebenaran di dalam Taurat dan Injil” yang tertulis di dalam Al-Quran, bermakna kebenaran harus dicari di dalam Kitab Suci Injil sekarang, aku merayu padaMu untuk membuka pintu hatiku semoga aku lebih bersungguh-sungguh untuk belajar Kitab Suci Injil secara jujur.”
Saya tidak bertanya kepada siapa pun untuk menolong saya membuat keputusan saya. Saya tidak bertanya kepada Imam, orang yang alim dalam Islam, atau kawan-kawan saya yang bijak pandai. Saya bertanya terus kepada Tuhan yang Maha Tahu untuk membuat pilihan bagi saya, jadi saya membuat pilihan yang betul menurut kehendak Tuhan. Saya sembahyang sesungguhnya dan menaruh harapan kepada Tuhan agar Tuhan memberi petunjuk dan hidayah bahwa Dia yang memilih kebenaran untuk saya dan menolong saya mengetahui dan mengaku kepada agama yang benar.

Setiap orang yang mempunyai agama berharap bahwa di sana terdapat kehidupan yang benar selepas mati dan salah seorang daripada mereka adalah saya, saya menaruh harapan yang tinggi kepada Tuhan. Saya percaya kepada kehidupan selepas mati, di mana kita cuma ada dua tempat untuk dituju: ke neraka, dengan hukuman yang tidak berhenti-henti kekal abadi di dalam api; atau ke Surga, bersama dengan Tuhan dalam kemuliaan selama-lamanya.Saya tidak fikir tentang kehidupan abadi saya.
Sebagai contohnya; mari kita andaikan bahawa kita membawa 10 gram emas tulen, kita harus menelitinya secara berhati-hati, untuk memastikan bahwa tidak ada siapapun yang boleh menipu kita, jadi kita tidak akan menyesal di kemudian hari. Berapa banyak agaknya kita memikirkan tentang kehidupan masa depan jiwa kita. Kita mesti belajar dan meneliti kebenaran untuk sembahyang kepada Tuhan menurut kehendak Tuhan, yang memiliki kehidupan di Surga. Kalau tidak, kita akan menyesal untuk selama-lamanya kerana kecuaian kita. Saya selalu yakin bahwa pencipta Surga dan neraka adalah Tuhan sendiri, oleh sebab itulah saya tidak menanyakan nasihat kepada siapa pun, kepada Kristen atau Guru Islam. Saya mendekati Tuhan, yang memiliki segala kebenaran, peraturan, dan merayu kepadaNya dengan penuh harapan dan percaya bahawa Dia akan memberi petunjuk yang benar kepada saya.
Puji Tuhan karena segala doa saya telah dikabulkanNya! Ini membuktikan bahwa Dia memberikan kebenaranNya kepada orang yang menghendakinya, dan bertanya dengan sesungguhnya.

Ini harus dicatat, selain daripada ayat 68 surah  Al-Maidah, di mana terdapat banyak lagi ayat-ayat lain yang terkandung di dalam Al-Quran , yang menarik hati saya pada waktu itu. Sebagai contohnya; Surah Al-Sajadah 23:
“Dan pastinya kami memberikan Musa sebuah Kitab (Taurat), jadi adakah kamu (Muhammad) ragu-ragu untuk menerimanya,”

Surah Al-Maidah 46:

“Dan kami biarkan mereka (nabi-nabi yang terdahulunya) mengikut jejak Isa, anak Maryam, memenuhi apa yang ada di tangannya daripada Taurat dan kami memberi Dia kitab yang mengandung petunjuk dan cahaya, dan mengesahkan apa yang ada di tangannya yang daripada Taurat, sebagai petunjuk dan amaran kepada orang yang takut kepada Tuhan.”

Surah Al-Maidah 47:

“Dan orang di dalam Kitab harus mengikuti apa yang telah ditentukan mengikut kehendak pernyataan Tuhan itu. Dan siapa yang tidak mengikut apa yang telah ditetapkan oleh Tuhan, adalah orang yang busuk hati,”

Surah Al-Baqarah 62:

“orang yang  benar daripada Yahudi, Kristen dan Sabian, siapa yang percaya kepada Tuhan dan hari kiamat, melakukan amalan yang baik, mereka akan mendapat pahala daripada Tuhan mereka, dan ketakutan tidak akan mendesak mereka berputus asa.”
Di sana terdapat banyak lagi ayat di dalam Al-Quran yang menunjukkan bahwa Taurat dan Injil adalah jalan yang benar kepada kebenaran menurut kehendak Tuhan. Ayat Al-Quran ini memberi kesadaran kepada saya untuk meneliti Kitab Suci Injil dengan lebih mendalam lagi, karena Tuhan telah berbisik kepada jiwa saya tentang kebenaran ini.

Pada hari yang berikutnya, selepas saya meminta petunjuk daripada Tuhan semasa sembahyang tahajud, saya merasakan satu perubahan yang jelas pada diri saya. Bermula dari hari itu saya menganggap Kitab Suci Injil adalah seperti rekan saya dan bukan lagi sebagai musuh. Setiap pagi saya melihat Kitab Suci Injil dengan penuh harapan dan memberi perhatian pada setiap perkataan yang saya baca, karena saya mau tahu makna yang sebenarnya.

Dengan perkataan:
“Dengan nama Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasihani”.

Saya membuka Kitab Suci Injil. Pada masa itu saya bertujuan untuk membaca Ulangan 18:15. Kitab ini menarik perhatian saya kerana pada waktu dahulunya saya mengunakan ayat ini untuk menyerang keimanan orang Kristen, samada mereka adalah guru, Penginjil, dengan niat supaya mereka tahu dan percaya kepada Nabi Muhammad sebagai nabi yang telah diramalkan di dalam Kitab Suci Injil ini. Sebelum ini saya sudah tahu tentang ayat ini, tetapi sekarang maknanya telah berubah sama sekali kepada saya. Sebenarnya untuk memahami Kitab Suci Injil lama adalah sukar bagi orang yang tidak mau mempercayainya, tetapi dari segi yang lain pula ia menjadi lebih jelas kepada orang yang mau mempercayainya dan hati mereka yang telah disentuh oleh Roh Kudus.

Ayat-ayat di dalam Ulangan 18:15 dibaca seperti:

“Sebaliknya Tuhan, Allah kamu akan mengutus seorang nabi kepada kamu; nabi itu akan seperti aku dan Dia daripada bangsa kamu sendiri; kamu mesti taat kepadanya.”

Dahulunya saya menganggap ayat ini memberi ramalan tentang nabi Muhammad. Perkataan “nabi itu akan seperti aku (Musa)”menunjukkan kepada saya tentang peribadi nabi Muhammad sebagai janji nabi karena :

Musa dilahirkan mempunyai ibubapa. Muhammad juga dilahirkan seperti Musa, mempunyai ibu bapa. Ini tidak seperti Isa Al-Masih yang dilahirkan hanya mempunyai ibu dan tanpa bapa.

Musa meningkat dewasa, dia kawin. Muhammad juga kawin, dan ini bertentangan dengan Isa yang tidak pernah kawin.

Musa mempunyai anak lelaki, dan Muhammad juga mempunyai banyak anak.Tetapi Isa tidak mempunyai keturunan karena Dia tidak pernah kawin.

Musa meninggal pada umur yang lanjut dan dikuburkan dan ini terjadi juga pada Muhammad.Tetapi Isa tidak meninggal. Dia telah diangkat ke Surga dan tidak dikuburkan.

Dahulunya ia menjadi jelas kepada saya tentang ayat Ulangan 18:15 yang menunjukkan bahwa nabi Muhammad adalah nabi yang dijanjikan oleh Musa, tetapi bukannya ramalan terhadap Isa sebagai nabi keseluruhannya, sebagai Putera Tuhan, seperti kepercayaan orang Kristen.
Tetapi pada hari ini, saya membaca ayat ini secara perlahan-lahan dan berhati-hati untuk memahami makna yang sebenarnya. Apabila saya sampai kepada pernyataan “…..nabi itu akan seperti aku (Musa)”, Roh Kudus berbisik ke dalam jiwa saya yang berbunyi: “Jika kamu mentafsirkan persamaan di antara Muhammad dan Musa dan kedua-duanya adalah dilahirkan mempunyai ibu bapa, mereka adalah sama dengan manusia lain yang mempunyai ibu bapa. ”Sifat ini tidak boleh digunakan untuk menunjukkan kebenaran ramalan itu.
Selanjutnya jika Muhammad seperti Musa karena dia kawin, dan kedua-duanya adalah seperti orang lain di dunia ini! Jadi ini tidak boleh dijadikan sebagai bukti untuk mengatakan bahwa Muhammad itu adalah nabi.

Jika Muhammad dianggap sama seperti Musa, karena dia mempunyai keturunan, fakta ini juga tidak boleh digunakan untuk menentukan ramalan itu karena hampir semua orang di dalam dunia ini mempunyai keturunan.

Muhammad hanya seperti Musa, meninggal dalam usia yang tua dan dikuburkan. Jika contoh ini digunakan sebagai bukti tentang ramalan itu, dan fakta ini tidak boleh digunakan sebagai bukti untuk persamaan, setiap orang di dunia ini akan meninggal dan dikuburkan. Kematian dan penguburan adalah perkara biasa dan ini tidak menjadikan seseorang itu lain daripada yang lain.
Ia menjadi lebih ketara dan jelas kepada saya bahwa ramalan Musa itu hanya menunjukkan tentang Isa sebagai yang dijanjikan. Dengan alasan itu saya coba mencari suatu perbedaan yang lain daripada yang lain dan luar biasa persamaannya di antara Musa dan Isa. Saya menemui beberapa persamaan yang luar biasa di antara dua manusia ini yang tidak bisa dibandingkan dengan orang lain.

Semasa kanak-kanak, Fir’aun berusaha untuk membunuhnya, seperti juga Isa pada masa kanak-kanaknya telah hampir terbunuh oleh Herodes. Tidak semua orang yang dilahirkan menghadapi hal pembunuhan pada waktu masih kecil.

Semasa kelahiran Musa, Fir’aun sangat marah dan mengarahkan semua budak-budak lelaki yang berusia dua tahun ke bawah harus dibunuh. Waktu Isa dilahirkan Herodes juga sangat marah dan mengarahkan agar budak lelaki di bawah umur dua tahun dibunuh. Di dalam dunia ini hanya dua pribadi ini saaja yang menghadapi pengalaman pembalasan dendam.

Semasa zaman kanak-kanaknya, Musa telah dijaga oleh anak perempuan Fir’aun. Dan semasa kecil Isa telah dijaga oleh Yusuf yaitu bapa angkatnya. Tidak semua anak di dunia ini dipelihara oleh orang yang dipilih oleh Allah semasa zaman kanak-kanaknya ketika dia menghadapi ancaman.

Semasa zaman kanak-kanaknya juga, Musa tinggal jauh daripada rumahnya di Mesir. Ini terjadi sama dengan Isa yang hidup di dalam buangan di Mesir.Tidak semua kanak-kanak semasa kecil hidup jauh daripada negerinya seperti Mesir.

Apabila Musa telah menjadi utusan Tuhan, dia menerima kuasa daripada Tuhan untuk melakukan mukjizat, seperti juga Isa yang menerima kuasa sebagai Firman yang hidup, dan menerima kuasa untuk melakukan mukjizat seperti menyembuhkan orang sakit dan membangunkan orang yang telah mati.

Musa telah membebaskan orangnya daripada dipaksa terus menjadi hamba abdi, tetapi Isa telah membebaskan orangnya daripada cengkaman dosa dan maut.

Bukti yang istimewa ini telah mengizinkan saya untuk saya membuat kesimpulan bahwa ramalan yang luar biasa yang dinyatakan ini di dalam Ulangan 18:15 tidak bermaksud untuk membuktikan Muhammad sebagai nabi yang telah diberitahu terlebih dahulu, tetapi untuk menunjukkan bahawa Isa adalah jelmaan Firman Allah.

Meskipun kasih Allah itu sangat agung dan Dia telah menyedarkan saya untuk melihat dengan lebih jelas lagi ke dalam Kitab Suci Injil sebagai Firman Allah yang benar, tetapi saya masih lagi tidak bersedia untuk menjadi seorang Kristen.Mengapa? Kerana terdapat beberapa perkara di dalam kepercayaan Kristen yang tidak dapat diterima oleh akal saya, khususnya kepercayaan terhadap Isa adalah Putera Tuhan. Semenjak kecil saya telah diajar, dan saya juga mengajar demikian,yaitu:
“Tuhan tidak mempunyai anak dan Dia tidak diperanakkan.”

Saya juga tidak dapat menyatakan dengan jelas bahwa Isa adalah Tuhan karena saya telah diajar dan saya juga mengajar seperti:
“TIDAK ADA TUHAN MELAINKAN ALLAH”

Saya juga bersikap anti Triniti. Ini tidak berasas kepada hakikat dan kebenaran tetapi sebaliknya dipengaruhi oleh prasangka yang kosong. Saya telah mengajar murid-murid saya sedemikian:

“Kepada siapa yang mengatakan Allah itu adalah tiga merupakan orang yang fasik”
Saya juga tidak dapat menerima kepercayaan Kristen bahwa Isa benar-benar mati di atas kayu salib. Jika “Isa Almasih”  adalah nabi, penyayang, utusan Tuhan, atau ‘Putera Allah’ sebagai mana orang Kristen memanggilNya, bagaimana dengan senangnya orang Yahudi boleh menyiksaNya dan mengantungNya di atas kayu salib sehingga mati? Mengapa Tuhan tidak membela Dia, tetapi membiarkan Dia mati di atas kayu salib? Katakanlah saya mempunyai seorang anak lelaki yang disiksa, atau digantung di atas kayu salib, sudah pasti saya akan melawan orang yang menyiksa anak saya itu untuk menyelamatkannya walau apa pun yang akan terjadi. Bagaimana boleh Allah hilang kuasaNya terhadap orang Yahudi? Pada masa itu saya benar-benar tidak boleh menerima hakikat ini.
Dalam usaha untuk memdapatkan pertolongan untuk keterangan ini, saya melawat beberapa orang guru dan juga Penginjil dan bertanya kepada mereka kenapa Isa bergelar Putera Tuhan atau Tuhan dan apa sebenarnya makna tentang Triniti Tuhan. Saya menyelidik mengapa Isa Putera Tuhan telah dikorbankan di atas kayu salib dan disalibkan oleh orang Yahudi? Saya juga bertanya kepada mereka tentang kenyataan tentang “dosa warisan daripada bapa kepada anak” yang saya ambil kira-kira bahwa itu adalah hukuman yang tidak adil daripada Tuhan.

Semua guru yang saya tanya itu menjawab persoalan saya dan menerangkannya dengan mendalam, tetapi pada masa itu saya tidak dapat menerima ulasan mereka walaupun mereka telah menerangkannya dengan jelas sekali. Ini adalah karena perbedaan latar belakang di antara saya dengan mereka, yang mana seperti teluk yang terpisah jauh di antara kami. Perbedaan di dalam agama yang tidak dikaji dengan sesungguhnya untuk mencari maksud yang sama. Pastinya kami mengkaji perbedaan di antara agama untuk mencari kenyataan yang logik berhubungan dengan ketidakfahaman. Pada masa itu saya seperti penerima radio dan guru adalah pembaca berita. Kedua-duanya mempunyai keadaan yang baik, tetapi oleh kerana perbedaan gelombang yang panjang menyebabkan siarannya dan penerimaan saya jauh berbeda. Penerima tidak dapat menangkap berita yang sedang disampaikan oleh penyiar.

Keterangan dari guru dan Penginjil adalah seperti masuk telinga sebelah kiri dan keluar telinga sebelah kanan. Hati saya tidak tersentuh, karena saya tidak faham cara pertuturan mereka. Guru itu sendiri tidak memahami dengan jelas kedudukan latar belakang saya sewaktu itu, jadi keterangannya tidaklah menurut keperluan saya seperti yang saya harapkan. Ini bukannya berlaku karena keterangan guru itu salah, tetapi karena perbedaan cara pemikiran dan penerangan, oleh sebab itu saya tidak dapat memahami keterangan yang lain. Walau bagaimanapun saya masih berharap. Saya sentiasa yakin,Tuhan akan menolong saya untuk memilih kebenaran, sudah pasti Dia akan membuka pintu hati saya dan memberi petunjuk untuk memahami semua masalah yang menjadi halangan kepada saya.
Saya sentiasa berdoa kepadaNya: "Tuhan, aku merayu agar Engkau menunjukkan kebenaranMu kepadaku tentang perkataan ‘Putera Tuhan’ dan nama ‘Rabbana’ untuk Isa. Aku juga merayu agar Engkau menunjukkan kepadaku makna Triniti dan rahasia dibalik penyaliban Almasih. Tuhan, Engkau berilah aku pengertian bahawa Kitab Suci Injil adalah daripadaMu yang betul, jadi pastinya Engkau akan menerangkan  dan menjelaskan halanganku melalui Kitab Suci Injil, yang mana FirmanMu yang benar yang tidak pernah bertukar daripada awal hingga sekarang dan untuk selamanya.

Memangnya telah banyak sekali, Tuhan menolong saya melalui Roh Kudusnya, yang bekerja di dalam hati saya. Saya akan menerangkan bagaimana Tuhan menolong saya untuk mengatasi halangan ini.
Perjuangan Saya Bertentangan Dengan Keadaan Sekitar

Meskipun saya menjadi tetap dan teguh serta yakin tentang kebenaran ini, dan bersedia untuk menerima Isa sebagai penyelamat peribadi saya, tetapi saya tidak menjadi Kristen secara rasmi, karena kaadaan sekitar yang menjadi halangan kepada saya. Ketakutan dan kebimbangan ini  sentiasa menghantui fikiran saya.

Pengalaman saya menunjukkan bahwa terdapat banyak  orang  yang tegas dengan kehendak mereka  untuk menerima Isa sebagai penyelamat mereka, tetapi mereka agak sering untuk menentang pengaruh sekitar mereka, mungkin karena mereka tidak rela ataupun takut untuk melawan ibu bapa mereka. Kadang-kadang mereka takut kalau-kalau majikan mereka memberhentikan kerja mereka karena mereka memeluk Al-Masih. Orang yang percaya juga akan berselisih faham dengan isteri mereka karena mereka ingin mengikuti Isa bersama-sama dengannya; ini juga merupakan rintangan yang menghalangi mereka daripada mengikuti Isa untuk mempengaruhi hidup dan hati mereka.
Ketakutan terhadap keadaan sekitar telah ditunjukkan dalam amaran oleh  Isa, ditulis dalam Matius 10:34-36. Dia mengambarkan penderitaan yang mungkin dihadapi oleh setiap orang yang mau mengikutinya: “Jangan menyangka bahwa Aku membawa kedamaian ke dunia ini, Aku tidak membawa kedamaian tetapi pertentangan. Aku datang untuk menyebabkan anak lelaki melawan bapa mereka, anak perempuan melawan ibu mereka, dan menantu mereka melawan ibu mertua mereka. Demikianlah musuh terbesar yang dihadapi oleh seseorang ialah keluarga sendiri. ”Bagaimanapun mereka yang membuat keputusan untuk mengikuti  Isa sebagai Tuhan dan membiarkan Isa mempengaruhi hati mereka, segala kebimbangan adalah tidak berkepanjangan. Setiap kebimbangan akan dapat diatasi dengan pertolongan dari Tuhan. Saya sendiri mempunyai pengalaman dalam menghadapi tekanan. Tetapi Tuhan selalu  membuka  jalan untuk keluar daripadanya.
Dari 1961 sehingga 1964, saya masih lagi melakukan dua tanggung jawab agama. Saya sembahyang mengikuti cara Islam dan pergi ke masjid pada setiap hari Jumat. Saya juga pergi ke gereja pada setiap hari ahad dan pada hari sabtu saya pergi sembahyang di Gereja Adventis. Tetapi di luar kenyakinan saya, saya tidak pergi ke gereja.Ini adalah karena untuk saya belajar tentang kebenaran. Saya juga sering membaca risalah-risalah daripada orang bukan Kristen yang mengatakan bahawa orang di dalam gereja menyembah berhala, seperti patung dan gambar. Atas sebab itu saya pergi melawat setiap gereja di sekitar Jakarta secara bergiliran, pada hari ahad. Saya juga melawat lebih daripada satu gereja pada hari ahad, untuk mencari bukti terdapat penyembahan patung atau tidak.
Akhirnya, saya mendapat kesimpulan dan terbukti bahwa kesangsian saya selama ini sudahpun terjawab. Setiap gereja yang saya lawat tidak terdapat pun berhala atau gambar untuk disembah.

Semenjak 1964, jiwa saya sebenarnya sudah dipenuhi dengan Roh Tuhan, Roh Kudus, atau semangat kebenaran. Bermula daripada hari itu saya mengambil keputusan untuk menerima Isa sebagai penyelamat peribadi saya sepenuh hati saya. Tetapi ia masih lemah.Saya tidak berani untuk menyatakan kenyakinan saya secara terbuka. Saya masih menyimpan kekristenan saya secara rahasia.Saya melawat gereja kristen di Kwitang Indonesia untuk pertama kali saya bertanya tentang pembaptisan secara rahasia, saya tidak mau hal ini diketahui oleh famili ataupun isteri saya. Saya tidak tahu siapa yang menjaga gereja itu tetapi permintaan saya ditolak, tidak boleh dibaptiskan secara rahasia.

Beberapa minggu kemudian, dengan hasrat yang sama yang seringkali berputar-putar di dalam fikiran saya, saya pergi berjumpa dengan Rev.J.Sapulete, dekat gereja Bethel di Jatinegara. Dia bersedia untuk membaptis saya, tetapi dengan satu syarat bahawa saya harus membawa dua atau tiga jiran Kristen, yang boleh membimbing pertumbuhan keimanan saya supaya saya boleh hidup secara Kristen. Saya tidak dapat menerima syarat ini, saya masih lagi tidak mau mengumumkannya di khalayak ramai bahwa saya seorang Kristen. Ini berpunca daripada pengaruh sekitar, terutama keluarga saya. Saya merasa risau karena mereka akan menentang dan menganiaya ahli keluarga saya. Saya juga takut untuk bertanya pada isteri saya untuk mengikuti saya pergi ke gereja. Saya takut jika isteri saya akan menuntut saya untuk pergi ke pejabat resmi perkawinan Islam untuk bercerai. Saya sangat takut untuk berhadapan dengan proses perceraian. Sebab itu saya mau menerima Isa secara rahasia.Tetapi jiwa saya tidak setuju, saya tidak ada keraguan tentang penerimaan Isa.
Oleh itu saya tidak lagi melakukan dua tanggungjawab keagamaan. Saya hanya pergi ke gereja. Tetapi ketakutan masih ada dan kebimbangan mengenai reaksi keluarga saya. Saya tidak tahu bagaimana untuk mengatasinya. Saya tidak pergi jumpa siapa pun untuk meminta nasihat bagi masalah saya ini. Pada masa itu saya rasakan bahwa perjuangan saya betul-betul teruji.
Walau bagaimanapun Tuhan memberi masa untuk membantu mengatasi masalah saya ini. Dahulu saya menggangap jika saya berbincang dengan isteri saya tentang hal ini dan keluar dari Islam dan seterusnya memeluk Kristen akan menyebabkan masalah kepada kami..Tetapi Tuhan sangat baik hati, membuka pintu kebenarannya kepada isteri saya sendiri. Dia merasa aman melalui cahaya dan kecantikan pokok Christmas yang mana pada masa itu bercahaya dengan terang di kebanyakkan rumah orang Kristen.Ia menjadi tanda kepadanya bagaimana cantiknya kehidupan di dalam keluarga Kristen. Dia merasa aman dengan lagu-lagu Kristen dan hangat serta bercahaya dengan semangat Christmas.

Untuk menjelaskan perasaannya, dia dan seorang anak perempuan saya datang kepada saya, untuk memberitahu saya tentang keinginan yang kuat untuk menjadi seorang Kristen. Ini adalah peluang yang sedang saya nanti nantikan! Pada hari berikutnya selepas Christmas, saya berjumpa dengan Rev.J.Sapulete untuk kedua kali, bertanya kepadanya bahwa saya dan keluarga saya mau dibaptiskan dan menerima Isa sebagai Tuhan kami. Permintaan saya diperkenankan dengan segera dan kami -- yakni saya, isteri saya dan tujuh orang anak kami telah dibaptiskan pada 26 Desember 1969 oleh Rev.J.Sapulete, di gereja Bethel Jemaat GPIB. Satu minggu kemudian anak lelaki saya pun menuruti kami. Dia juga sering pergi ke gereja secara rahasia, karena dia takut saya mengetahuinya. Saya sendiri pergi ke gereja secara rahasia juga, sebab saya takut isteri, ahli keluarga saya telah menjadi pengikut-pengikut Isa dan demi itu mempengaruhi hati kami.

Anugerah Berkat Tuhan yang Berkelimpahan
Paulus berkata: "Apabila seseorang masuk ke dalam Almasih, dia menjadi insan yang baru, yang lama telah pergi dan yang baru sudah menyusul ".(2 Kor 5:17)

Apabila seseorang menerima Isa Almasih sebagai penyelamatnya,Tuhan akan mengubah kehidupannya. Bayangan Kristus akan menjadi ikutannya. Alkitab berkata: "Tuhan mencipta manusia berdasarkan gambarnya"(Kej 1:27). Kelakuan baru ini akan bermula dengan keriangan yang baru, kasih dan keinginan yang berbeda. Apa yang dahulunya dia sayang, kini dia benci, dan apa yang dahulunya dia benci, kini bertukar menjadi sayang. Kehidupannya telah berubah. Perubahan ini amat ketara, dan dapat dilihat oleh orang di sekelilingnya. Jalan kehidupannya akan bertukar, dan perubahan ini akan dibawa dalam setiap perkataan yang dia ucapkan. Betapa hebatnya!

Saya mempunyai pengalaman dalam perubahan ini dan mereka dapat rasakan dalam kehidupan kami sekeluarga. Panas bara sudah lenyap dan berubah kepada sayang. Dalam kehidupan kerohanian, kami merasa aman dan gembira. Kami tidak merasa ragu-ragu dan jiwa kami terjamin dan penuh dengan keriangan. Bahkan di dalam kehidupan seharian, kami mendapat keberkatan yang berkelimpahan. Ini adalah pengalaman yang membuktikan kebenaran janji Tuhan bahwa telah digenapi oleh 'Isa Al-Masih, utusanNya.
"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barang siapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh kitab suci: dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."(Yahya 7:37-38)

 "Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyai dalam segala kelimpahan."(Yahya 10:10b)
Perubahan di dalam kehidupan isi rumah kami amat ketara dan berlaku dengan pantas di mana kami menjadi ejekan. Jiran tetangga dan saudara malah berpendapat bahwa kami telah menerima pertolongan daripada gereja sebagai ganjaran karena menjadi Kristen. Orang ramai mengutuk kami dengan berkata:"Jika kamu ingin menjadi kaya dengan cepat, ikutlah cara Ambrie dan menjadi Kristen dan kamu akan mendapat berjuta-juta rupiah dari gereja."

Mereka menyangka bahwa kehidupan kami diberkati melalui pemberian dari gereja sebagai sogokan karena menjadi Kristen. Tidak, bukan karena itu! Kami tidak menerima pertolongan dari gereja atau dari siapapun sebagai balasan kerana kami menerima Kristus. Kami tidak menerima duit, harta benda atau janji peluang pekerjaan walaupun satu sen pun. Sebenarnya berkat kehidupan kami pada masa itu hanyalah melalui kemurahan hati Tuhan. Ini adalah janji Tuhan bahwa semua orang yang mempercayainya akan memperolehi berkat yang berkelimpahan.

Tahun-tahun yang tidak aktif

Saya menjadi Kristen yang tidak aktif bermula dari tahun 1970 --1972. Saya sibuk mengendalikan urusan perniagaan saya dan membantu keluarga saya. Saya hanya pergi ke gereja pada hari Ahad dan membaca Al-kitab bila saya ada waktu. Tuhan menyalahkan saya karena bersikap demikian. Saya merasa sangat jelas apabila pada waktu itu Tuhan memberi amaran kepada saya: "Jika kamu mau menjadi kristen, tidak cukup dengan bersikap pasif. Itu tidak akan berkembang jika kamu duduk saja. Bergembiralah dengan keberkatan Tuhan yang melimpahi hidup kamu. Sebagai orang Kristen yaitu pengikut Kristus, kamu mesti bangun dan memberitahu kesaksian kamu dengan jelas mengenai Al-kitab sebagaimana Kristus telah memerintahkannya di dalam Matius 28:19-20
Bagaimana saya hendak mulai memberikan kesaksian secara terbuka dan memberitahu tentang Alkitab dengan cara paling mudah difahami?Sebenarnya saya ingin melakukannya, tetapi saya tidak tahu bagaimana cara hendak memulainya. Untuk ini,Tuhan telah membuka jalan dan ini adalah jalan yang  bagaimana Tuhan tunjukkan;

Suatu hari kawan baik saya datang dari Banjarmasin untuk menghabiskan waktu malamnya bersama kami. Dia adalah kawan yang sebenarnya mengikut arti perkataan. Dia tetap berdiri bersama dengan saya dalam kaadaan susah ataupun senang. Apabila penangkapan dilakukan oleh askar-askar Belanda, kami selalu berjumpa antara satu sama lain di dalam penjara ataupun di dalam khemah panduan.
Kami menyambutnya seperti biasa, di dalam rumah kami tidak terdapat tanda ketara yang menunjukkan bahwa kami telah memeluk agama Kristen. Apabila dia mengucapkan "Assalamualaikum", dan kami menjawab "waalaikumussalam". Kawan baik saya ini telah mendengarnya daripada jiran-jiran bahwa saya telah memeluk Kristen. Dia menerangkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi, dan telah menyakinkan kepada jiran saya tentang ini. Dia memberitahu mereka, " Sudah lama saya kenal kawan saya Hamran Ambrie, bukan saja di Jakarta bahkan di Banjarmasin. Dia bukanlah seperti kebanyakan Muslim yang lain, dia sangat risau tentang keimanannya. Di dalam wilayah dia dikenali sebagai pejuang tentera Muslim, dia adalah anti Kristen, seorang dari pemimpim Muhammadiyah, pemberita Muslim dan guru Islam yang terkenal di bandar dan di timur Kalimantan. Lebih-lebih lagi di kongres Islam di seluruh Kalimantan dalam Amuntai 1947,  Hamran Ambrie adalah merupakan salah seorang daripada penganjurnya. Di dalam ketenteraan kebangsaan Indonesia, dia telah menjadi ketua guru-guru Muslim dalam pasukan tentera di Banjarmasin. Jadi saya yakin bahwa Hamran Ambrie tidak begitu mudah untuk menukarkan agama Islamnya kepada agama Kristen."

Tetapi jiran saya telah menyakinkan dia bahwa untuk beberapa tahun ini, orang di dalam kampung saya telah biasa melihat saya pergi ke gereja, lazimnya dan menyediakan pokok Christmas semasa hari Christmas. Mereka memberitahu dia supaya bertanya kepada saya secara tegas untuk mendapat kepastian selanjutnya.

Jadi dengan segera dia datang ke rumah saya untuk melawat, dan terus bertanya kepada saya mengenai berita yang mengatakan saya menjadi Kristen itu benar atau tidak? Saya menjawab pertanyaan itu tanpa sedikit keraguan: "Ya, itu adalah benar dan saya serta seluruh keluarga saya telah dibaptis."

Mendengar jawaban saya dia menangis terisak-isak. Dia meminta maaf karena dia sangat menyesal datang ke tempat itu. Tetapi dia tidak berbuat apa-apa dan berdiri keheranan untuk beberapa saat. Selepas dia kembali ke Banjarmasin, dia memberitahu orang lain, khususnya kawan baik saya tentang pemelukan agama saya kepada Kristen.

Berita tentang kejadian ini telah dimasukkan di dalam akhbar harian UTAMA yang diterbitkan di Banjarmasin oleh kawan baik saya yang lain,  yang merupakan seorang pemberita Muslim. Dalam tajuk utama H. Arsyad Maran menulis:

PENGASAS GERAKAN TERKENAL MENJADI KRISTEN

Pengasas terkenal Muhammadiyah zaman 30-an, dia juga merupakan salah seorang ketua editor JIHAD
Js Antemas menulis diantaranya:

PERTUKARAN AGAMA PENGASAS MUHAMMADIYAH KEPADA KRISTEN
Satu berita yang mengemparkan!

Pemberita IAIN Arthum Artha berharap:"kami harap berita ini adalah tidak benar, kepercayaan Hamran Ambrie, pengasas kemerdekaan masih lagi di dalam persoalan."
Orang Muslim di Banjarmasin juga memberi sambutan yang kurang menyenangkan terhadap berita ini: "Masalah ekonomi baru-baru ini telah membuatkan seseorang bertukar agama. "Nama orang muslim ini tidak dinyatakan.
Bahkan Universiti IAIN Antasari juga menberi tindakbalasnya terhadap berita pertukaran agama saya ini. Sementara itu setiausaha PMW (Muhammadiyah) di Banjarmasin coba untuk menyangkal bahwa saya adalah pengikut Muhammadiyah, tetapi memberitahu bahwa saya hanya sebagai pejuang Islam.

Semua berita tentang keKristenan saya  yang telah diterbitkan di dalam akhbar adalah bertujuan untuk membuat saya rasa malu, dan di sebaliknya mereka mengharap agar saya kembali kepada Islam. Tetapi kehendak mereka adalah berbeda dengan kehendak Tuhan. Allah mengunakan mereka sebagai satu cara untuk membangunkan iman saya supaya menjadi seorang pengikut Isa yang kuat imannya dan memberi kesaksian tentang hakikat Isa Al-Masih adalah Tuhan.
Hampir dua bulan peristiwa 'pertukaran saya kepada Kristen' menjadi tajuk perbincangan umum dan tajuk utama di dalam akhbar Harian UTAMA di Banjarmasin. Saya mendapat berita bahwa pertumpahan darah juga hampir terjadi. Setengah dari kawan saya menganggap bahwa berita ini adalah suatu fitnah dan bersedia untuk menyerang para penulis. Mujurlah dengan segera saya telah menulis "surat terbuka"-- pernyataan saya sendiri mengenai pengakuan tersebut kepada akhbar harian UTAMA di Banjarmasin, yang telah diterbitkan seperti di bawah:

SURAT TERBUKA

Untuk Pembaca harian UTAMA
Assalamualaikum
kepada Tuan:

Saya dengan ini memberitahu bahwa berita itu adalah benar dan saya sekarang menjadi pengikut agama Kristen Protestan sejak 1964.
Berita di dalam akhbar itu sangat menarik kerana mengambarkan saya sebagai penubuh Islam atau pejuang kepada kebebasan.
Saya berterima kasih kepada semua tindak balas dan penghargaan itu yang mana kawan saya telah menunjukkannya kepada saya. Walaupun sehingga saat ini, saya tidak pernah merasa dan tidak pernah mengumumkan diri saya sebagai penubuh Islam ataupun pejuang kebebasan. Jika waktu lepas saya melibatkan diri dalam perjuangan sebagai penulis oleh kawan saya. Ia adalah tidak lebih daripada tanggungjawab seorang anak terhadap ibu pertiwinya. Dengan itu saya menjadi pengikut dan tidak bertanya akan sembarang gelaran kepada jawatan tersebut sebagai veteran ataupun sebagai pengasas kemerdekaan. Saya hanyalah melakukan tanggung jawab saya saja.
Terima kasih kepada semua kawan saya, khususnya H. Arsyad Maran (saya tidak menerima surat kamu), JS. Antenas dan Arthum Artha dan penulis yang menulis surat kepada saya sebagai satu kewajiban. Tidak ada apa-apa daripada surat anda yang boleh saya sangkalkan atau memberi tindak balas yang bertentangan melainkan pembetulan. Saya tidak pernah meminta sembarang bentuk gelaran sebagai tanda bagi pengasas kemerdekaan.
Kepada Arthum Artha, saya ada menghantar "nota keimanan" yang menjadi asas kepada saya dalam ketaatan saya kepada agama Kristen Protestan.
Apa pun yang berlaku kawan tetap kawan dan hubungan persahabatan yang baik tidak boleh diputuskan.

Terima kasih kepada kamu semua karena mengambil berat tentang hal ini.
Yang Benar,

Hamran Ambrie
6 Mei 1972, Jakarta.

Awal Mula Memberi Kesaksian Dalam Kehidupan Kristen Secara Aktif

Selepas penerbitan "surat terbuka" di atas, banyak surat yang diterima dari kawan-kawan saya di Banjarmasin dan Hulu Sungai, semuanya dalam nada penyesalan, disertai dengan nasihat dan amaran daripada ayat Al-Quran. Juga terdapat surat yang menanyakan tentang peristiwa-peristiwa susulan yang telah membimbing saya untuk saya memeluk Isa Almasih serta InjilNya.
Ini adalah permulaan bagi saya untuk bangun dan memberi kesaksian saya dengan jelas. Pertamanya saya membalas setiap surat secara peribadi dengan mesin tik. Setiap surat disertai dengan keterangan yaitu -"nota keimanan". Ia menjadi lebih mengalakkan, jadi saya telah menerbitkan satu esei tentang "TUHAN ALLAH, ISA ALMASIH DAN ROH KUDUS" yang mana telah dicetak. Keluaran seterusnya yang telah diterbitkan ialah tentang "KRISTOLOGI DAN AJARAN KEESAAN TUHAN", yang telah disempurnakan pada tahun 1973. Akibatnya banyak surat dalam bentuk pertanyaan dan simpati diterima, dan terdapat juga surat di dalam bentuk perbincangan dalam mencari kebenaran.
Lebih-lebih lagi terdapat beberapa majalah Islam yang telah diterbitkan di Jawa yang menyerang kepercayaan saya. Oleh kerana rencana itu, banyak lagi surat telah dikirimkan kepada saya. Surat-surat yang saya terima datang dari seluruh pelosok di Indonesia termasuk Banjarmasin dan dari kawasan Islam di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan juga dari Sumatera yakni Palembang, Medan, Padang, Aceh, bahkan juga dari negara luar -- Arab dan Malaysia.

Ini adalah petunjuk dari Tuhan bahwa saya harus berdiri teguh dan memberi kesaksian.

Hubungan ini berlanjut lebih dari enam bulan. Pelbagai masalah tentang Kristen telah dibincangkan. Beberapa soal dan juga jawapan, saya telah menyusunnya di dalam buku dan menerbitkannya sebagai dokumentasi kebenaran:

Perbincangan dengan H.M. Yoesoef Sou'yb, penulis Muslim dari Medan (Penolong kepada Editor Majalah Kiblat di Jakarta)

Perbincangan dengan Samudi, (Guru agama Islam di Salatiga)

Perbincangan dengan Imam Musa Projosiswoyo, (editor Majalah studi Islam di Jakarta)

Perbincangan dengan Wahyono Hadi (Darul Kutubil Islamiyah Jakarta)

Perbincangan dengan Ali Ya'kub Matondang, (Pelajar Islam  di Cairo, Arab)

Perbincangan dengan A. Hasan Tao, (Penceramah Jemaat Islam Ahmadiyah Indonesia di Denpasar Bali)

Perbincangan dengan Ezif Fahmi dan lain-lain (Kumpulan Pelajar Islam di Surabaya)

Perbincangan dengan M.A.Fadly, (Ketua Masjid Agung, Masjid tengah, Cimahi, Bandung)

Sehingga pada tahun 1979, saya membalas hampir ribuan surat dari saudara-saudara yang berketurunan Muslim yang datang dari semua bahagian dan seluruh pelosok Republik Indonesia. Setiap hari kedatangan surat ini telah mengalakkan saya. Mereka menunjukkan bahwa penulis memandang ke arah kebenaran, dan mereka merasa berpuas hati selepas saya memberi keterangan kepada mereka. Puji Tuhan Alhamdullillah! Bahkan terdapat setengah dari mereka yang datang melawat saya secara pribadi.

Saya lihat betapa banyaknya perhatian yang telah diberikan terhadap 'pertukaran saya' dan untuk mencari kebenaran, dengan itu saya mengatur masa yang khas untuk pelawat-pelawat bagi perundingan tentang kepercayaan dan kebenaran Nasrani Kristen, yaitu setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu, yang dimulai dari pagi hingga petang.

Puji Tuhan untuk semua ini. Dia mengunakan saya sebagai jalan perantara dan alatNya untuk menerangkan kebenaran di dalam Alkitab dan Injil bahwa Isa Almasih itu adalah Tuhan, khususnya untuk saudara-saudara Muslim saya, dengan harapan bahawa mereka akan memahami Isa Almasih dan InjilNya secara betul.

Di luar jawapan dan persoalan serta penyangkalan ini, saya merasa bahwa ketidak fahaman dan banyak salah tafsir terhadap Akitab, Kitab Suci Injil dan Isa Almasih yang adalah Tuhan akan segera dapat dibetulkan dengan penjelasan yang terang dan berwibawa.
Awal Mula Pelayanan Di Luar

Semenjak 1973 hingga Februari 1978, saya memberi kesaksian hanya di atas meja saya saja, dengan membalas surat-surat yang menyoalkan tentang keKristenan. Saya menerbitkan jawaban untuk surat-surat ini sebagai dokumentasi kebenaran.
Tetapi dalam bulan Februari 1978 saya berdoa:"Oh Tuhan, tolong berikan pergerakkanMu dalam bidang yang baru, karena bidang saya ini yang cuma berbincang melalui surat seperti sudah hampir kegersangan. "Berdoa untuk ini, saya seterusnya mendapat jawaban di dalam hati saya bahwa keesokan harinya saya harus keluar dari rumah saya, dan dari sana saya akan mencari bidang baru.
Pada awal pagi keesokan harinya, saya keluar dari rumah saya tanpa mengetahui jalan mana yang harus saya pergi. Apabila saya telah sampai ke jalan utama, saya berdoa kepada Tuhan agar Dia menunjukkan arahan jalan mana yang patut saya pergi. Jiwa saya memberitahu saya bahwa saya harus pergi ke utara. Oleh karena saya tidak tahu arah sebenarnya, saya cuma berjalan keluar. Saya tidak mengendarai kereta, mobil ataupun bus. Apabila saya sampai di depan pejabat Institut Alhitab di Indonesia, Tuhan telah memberitahu saya agar saya masuk ke pejabat itu. Saya merasa ragu-ragu karena saya tidak kenal siapapun. Di sana terdapat Rev. B.Probowinito, tetapi dia telah berpindah ke Salatiga. Saat ini jika saya masuk ke pejabat itu, dengan siapa saya harus bercakap-cak, dan apa yang harus saya katakan? Tetapi jiwa saya mendesak supaya saya masuk ke dalam pejabat itu, lalu saya masuk ke dalam pejabat itu.
Salah seorang kawan telah melihat saya masuk ke pejabat itu dan mengenali saya, dan tiba-tiba dia memanggil saya: "En. Ambrie, Puji Tuhan, petunjuk apa! Setiap orang ingin berjumpa dengan kamu." Dengan segera kami membuka pembicaraan kami. Kemudian saya berjumpa dengan Rev. M.K.Tjakraatmadja,yang telah mendengar tentang saya dan ingin berjumpa dengan saya. Saya telah diberkati dengan pertemuan ini. Mereka ingin menyokong kerja penulisan saya.

Saya kagum jika ini adalah cara/bidang baru tetapi mengambil keputusan bahwa ini adalah bukan. Saya mau pulang ke rumah tetapi jiwa saya mendesak saya supaya meneruskan perjalanan saya ke utara.Saya berjalan sehingga saya berdiri di depan gedung Kramat V. Jiwa saya memberitahu agar saya masuk dan berjumpa dengan Rev. Dr. Ais M.O.Pormes.Saya kagum bagaimana mungkin saya boleh bercakap dengan Rev.Pormes, sedangkan saya tidak kenal dia dengan baik dan kami bukan anggota organisasinya. Kami pernah bertemu sebelum ini, tetapi sudah tiga tahun yang lalu. Tetapi Roh Kudus telah membisik dihati saya, saya terus masuk ke dalam Kramat V. Sebelum saya masuk ke pejabat itu, saya masih ragu.Sebelum ini, Rumah ini penuh dengan hamba Tuhan, tetapi sekarang agak sepi. Barangkali Rev.Pormes sudah pindah. Bagaimanapun Rev.Pormes telah melihat saya, dia datang ke depan pintu untuk menjemput saya, dan berkata:"Wahai En. Ambrie! Sebenarnya semenjak kemarin, saya banyak berfikir tentang kamu dan ingin berjumpa dengan kamu di sana karena saya ada sesuatu untuk berbincang dengan kamu. Saya mengharapkan kamu barangkali kita boleh bekerjasama. "Saya hampir terkejut. Bagaimana bisa Rev.Pormes mengingat saya? Kami tidak pernah berkenalan secara mendalam sebelum ini. Tetapi saya teringat doa saya pada hari yang lalu. Mungkin Roh Tuhan yang memimpin diri saya untuk masuk ke bidang baru di sini.
Dalam perbincangan itu terdapat beberapa perkara yang menyegarkan hati saya dan perasaan saya. Rev. Ais Pormes berharap agar saya bekerja sama dengannya di dalam melayani Tuhan. Juga dia merasa berat tentang kesehatan saya yang mana pada waktu itu tidak seberapa baik.

Akhirnya Rev.Pormes memberitahu saya untuk mengambil suratnya yang datang daripada M.K.Sinaga, pengarah Bumi Asih di Jalan 4, Solo. Saya melihat surat itu dan memegangnya. Dari rumah K.M.S inaga, saya memohon untuk pergi ke Hotel Indonesia pada hari Jumat, dan dia berkata bahwa beberapa guru di sana mau berjumpa dan mengenal saya.
Pada Jumat pagi, 24 Feb 1978, saya pergi ke Hotel Indonesia, untuk perjumpaan kumpulan doa oleh ahli-ahli perniagaan Kristen di Jakarta, yang dikenal dengan nama "C.B.M.C"

Saya seolah olah telah diperkenalkan kepada mereka dan mereka telah mengetahui nama saya sebelum ini dan mereka ingin berjumpa dengan saya secara pribadi pada hari itu. Bermula dari hari itu saya telah dijemput untuk berkhidmat dalam beberapa perjumpaan di rumah yang mana telah mendorong saya untuk bekerja sama dengan pelayanan gereja. Saya telah memberikan kesaksian saya pada semua  gereja di sekitar Jakarta dan Bandung. Sehingga sekarang saya juga membuat pelayanan di luar Jakarta juga, melawat selatan Kalimantan, (Banjarmasin, Amuntai), dan Kalimantan tengah, (Palangkaraya), Jawa Timur,(Surabaya dan Malang), Bandung dan lain-lain lagi.
Ini merupakan jalan dan bidang baru bagi saya. Saya meneruskan pelayanan saya dengan penuh kepercayaan, mengabarkan utusan Kitab Suci Injil Almasih melalui berbagai macam perjumpaan dan kesaksian yang berlainan.
Walaupun sekarang saya telah mendapat bidang baru dalam bentuk pelayanan di luar dari rumah saya, perbincangan melalui perutusan, tidak pernah berhenti bahkan semakin bertambah. Puji Tuhan! Semua surat itu telah memberkati saya dan saya telah dapat menjawab berbagai jenis pertanyaan dengan baik!

Tuhan Memperluas Pelayanan Saya

Pada 13 Mei 1979, dengan jemputan para penulis, saya telah diminta untuk menyampaikan ceramah di Masjid Darussalam, Jln Batanghari, Jakarta. Di hadapan perkumpulan pemuda-pemuda Muslim yang mana telah terlibat dengan Lembaga Pengajian Islam Al-Furqan.Tajuk perbincangan ialah :"Isa Almasih adalah daripada Tuhan". Ketua perdebatan itu ialah Drs.Abunyamin Roham dan Sany Ardi. Para hadirin yang menghadiri perbincangan itu adalah sekitar 100 orang, yang terdiri dari pelajar dan juga guru-guru Islam. Hanya saya sendirian yang datang untuk memberikan jawabannya. Perbincangan ini berakhir dengan keadaan yang baik. Perbincangan persahabatan ini diakhiri dengan berjabat salam.

Pada 22 Julai 1979, ceramah ini disambung antara saya dengan beberapa pemimpim Islam daripada majlis Ulama' (Muslem Theologian Counsil). Tajuk perbincangan ialah "Kekuasaan Tuhan satu dalam Triniti?".Terdapat 10 orang yang menyertai perdebatan itu, di antaranya ialah Professor Dr. H.M. Rasyidi, Drs. Bunyamin Rohan, Dr. Tagor dan Dr. Asmuni. Pengacaranya ialah Dr. Marmansyah Rahman. Pelawatnya adalah dalam sekitar 150 orang yang terdiri daripada pemimpin-pemimpin dan guru-guru Islam, dan juga orang bijak pandai.
Dua bulan selepas 15 Ogos, saya telah pergi melawat beberapa tempat di luar kawasan Jakarta di Barat dan juga Timur Jawa. Pada 1 September, saya telah berpeluang memimpin pelayanan Injili dan Kitabiah dan juga telah melawat ke Menado, Ujung Pandang, Tanah Toraja, Palopo, Balikpapan, Banjarmasin dan juga Kapuas, sambil memberikan kesaksian saya.

PENUTUP

Penyelamatan adalah amat penting untuk setiap orang. Penyelamatan untuk diri sendiri, penyelamatan untuk keluarga, keselamatan harta benda dan berbagai jenis keselamatan yang lain. Semuanya ini telah menjadi sasaran utama di dalam kesejahteraan kehidupan.
Seseorang yang beragama, penyelamatan adalah tidak terhad kepada kehidupan duniawi sahja, ia termasuk keselamatan Rohnya dari pengaruh dosa kepada kebebasan. Penyelamatan Rohnya ada berhubungan rapat dengan hakikat kasihsayang, yang mana merupakan asas kehidupan Surgawi.

Katakan Adam dan Hawa tidak terjerumus ke dalam lembah dosa, manusia masih lagi mempunyai kehidupan yang kekal. Tetapi oleh kerana akibat-akibat dosa yang menyusul dari Adam dan Hawa, yang telah melanggar larangan Tuhan. Manusia Adam dan Hawa telah tersisih dari peluang mereka untuk kehidupan kekal dan terjerumus ke dalam lembah terpisah dari kesejahteraan ilahi. Ajal terakhir bagi keadaan ini adalah kematian dan maut.

Isa Almasih pernah bersabda :

"Tetapi Aku datang supaya manusia mendapat hidup yaitu hidup yang berkelimpahan."(Yahya 10:10)
"Ajarlah mereka mentaati apa yang sudah Aku perintahkan. Ingat, Aku akan sentiasa menyertai kamu sehingga ke akhir zaman.(Matius 28:20)

Malaikat memberitahu pengikut Isa Almasih:

"Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri menengadah ke langgit? Isa Almasih  yang kamu lihat terangkat ke Surga, akan kembali lagi dengan cara yang sama seperti yang kamu lihat tadi." (Kisah Rasul-Rasul 1:11)
Dalam satu perkara 'Isa Almasih  sendiri berkata:
"Barulah Anak Manusia akan kelihatan datang dikelilingi awan dengan kekuasaan dan kemuliaan yang besar."(Lukas 21:27)
Kedatangan kedua Isa Almasih bukan sahja diberitahu di dalam Alkitab, malah kebenaran ini disokong dan dipercayai juga oleh para Muslim sebagaimana yang kita baca di dalam Hadith Sahih Muslim,di dalam rujukan 127, terdapat kenyataan tentang kedatangan Isa Almasih sebagai Hakim yang adil dan benar.

Terdapat 4 janji yang akan menyusul kepada anak-anak Tuhan:
  1. Kehidupan kekal di Surga dan kehidupan yang lebih mulia daripada Adam dan Hawa yang merupakan ciptaan asalNya. Dalam usaha untuk mendapatkan kehidupan yang kekal dan keselamatan di Surga, manusia mesti percaya kepada Isa Almasih dan menjadi pengikut yang taat serta dibaptiskan.
  2. Kehidupan sepenuhnya, Roh, fiskal seperti keperluan material, diperoleh dalam bentuk anugerah kerahmatan dari Surga.
  3. Pengikut Isa Almasih tidak akan kekurangan sesuatupun tetapi akan senantiasa digenapi dengan berkelimpahan.
  4. Roh Allah atau Roh Kudus akan senantiasa berkekalan dalam setiap orang yang mengaku Kristus, dan menjadi pengikut setiaNya, selama-lamanya hingga ke Hari Kiamat.
Dengan sebab inilah menbenarkan saya untuk memberikan pilihan kepada Anda, Para pembaca yang dikasihi:

Buatlah keputusan anda sekarang! Ambil keputusan untuk menerima janjiNya dan bersedia untuk diselamatkan. Terimalah Rohul-Kudus, Isa Almasih di dalam hati anda secara iman, jadilah kehidupan baru, anda akan sentiasa terjamin dan  damai sejahtera di dalamNya. Jadi kita boleh hidup bersama-sama dengan Tuhan untuk selama-lamanya.

Jangan lepaskan peluang ini. Jangan tunggu hingga esok. Lakukan apa yang patut anda lakukan hari ini .Esok mungkin sudah terlewat. Pintu bertaubat mungkin akan ditutup dan anda akan hidup dalam penyesalan  dan menanggung penderitaan untuk selama-lamanya. Datang dengan hati yang benar ,dan terimalah Isa Almasih sebagai Rabbi anda dan Penyelamat pribadi anda supaya anda boleh memasuki pintu keselamatan di Surga untuk selama-lamanya.

Sumber:  http://www.answering-islam.org/Bahasa/Kesaksian/kesaksian_hamran_ambrie.html